Jiang Jia Qi, yang mendekati usia empat puluh, menghadapi hubungan pernikahan yang semakin memburuk karena istrinya berselingkuh dengan bosnya. Secara bersamaan, ia mengalami perlakuan tidak adil dan penindasan di tempat kerja. Tekanan ganda dari karier dan pernikahan hampir membuatnya hancur.
Zhou Yu An terbebani utang besar akibat kematian dini orang tuanya. Ia juga merawat neneknya yang lumpuh di tempat tidur. Namun, kehadirannya menyulut dan menginspirasi kehidupan Jiang Jia Qi yang mulai layu.
Di sekitar Jiang Jia Qi dan Zhou Yu An, ada orang-orang lain, seperti paman Jiang Jia Qi yang memulai hidup baru dengan mengemudikan truk kecil, adik laki-lakinya yang menerima kegagalan dan memulai dari awal, seorang ibu yang diam-diam melindungi anaknya, dan teman-teman yang bersedia berdiri di depan mereka…
Karena tekanan hidup, mereka bertemu, dan perpisahan mereka yang perlahan berubah menjadi dukungan dan dorongan satu sama lain. Hubungan mereka, yang bebas dari nilai utilitarian, menjadi nutrisi spiritual dan emosional bagi Jiang Jia Qi dan akhirnya menghangatkan lapisan luar Zhou Yu An yang dingin.
